Category Archives: Kompetisi

  • 0

Indonesia Renewable Retreading Tyre Using Insoluble Sulphur (IRR-TySu) : Pemanfaatan Insoluble Sulphur untuk Vulkanisasi Ban dengan Reaksi Polimerisasi Guna Menunjang Indonesia sebagai Pusat Produksi Otomotif Terbesar di Asia Tenggara 2025

Category : Kompetisi

2008 tentang Kebijakan Industri Nasional, hal ini sejalan dengan upaya
pemerintah Indonesia untuk mempromosikan industri berorientasi ekspor,
sekaligus juga menggantikan Thailand sebagai pusat produksi otomotif terbesar di
Asia Tenggara. Namun, ban vulkanisir berbahan soluble sulfur memiliki
kelemahan dapat menurunkan kualitas karet ban seperti bloom dan bin scorch.
Berbeda dengan insoluble sulphur yang dapat meningkatkan kekuatan, ketahanan,
dan mengurangi sifat lengket serta bau karet ban. Konsep Indonesia Renewable
Retreading Tyre Using Insoluble Sulphur (IRR-TySu) bertujuan mendapatkan
kadar optimum insoluble sulfphur yang disintesis dari sulfur tambang sehingga
dapat meningkatkan nilai jual sulfur sekaligus mendukung pertumbuhan industri
ban di Indonesia sehingga dapat menjadikan Indonesia pusat otomotif terbesar di
Asia Tenggara 2025. Sintesis insoluble sulphur melibatkan reaksi polimerisasi.
Mula-mula sulfur padat dipanaskan pada suhu 700áµ’C dalam sistem reaktor tertutup
sehingga sulfur berubah fasa menjadi uap. Uap sulfur selanjutkan dialirkan ke
medium quenching berupa CS2 bersuhu 10ºC melalui tube yang dipanaskan. Pada
proses quenching ini terjadi proses pendinginan sampai diperoleh padatan-padatan
sulfur yang merupakan insoluble sulfur dan beberapa bagian soluble sulfur berfasa
cair yang akan larut dalam CS2. Padatan insoluble sulfur dipisahkan dari larutan
soluble sulfur – CS2 untuk mendapatkan produk akhir berupa padatan insoluble
sulfur murni melalui proses filtrasi. Dari penelitian yang telah dilakukan,
diperoleh kadar insoluble sulphur sebesar 92,8% dan nilai jualnya
Rp27.000,00/kg. Dengan kadar tersebut, dihasilkan ban vulkanisir yang kuat dan
memiliki ketahanan tinggi melebihi kadar commercial sulphur sebesar
90% sehingga dapat meningkatkan daya jual sulphur dan daya saing industri ban
Indonesia di Asia Tenggara 2025.


Jejak Prestasi

Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Innovation Contest 2017


Pemilik Karya

Rifa Fatma Ningrum | 2315100075

Muhammad Agung Almi | 2313100012

Intan Suci Wulandari  | 2313100084

Contact: 083856187430


  • 0

HELIOS CONCENTRATOR

Category : Kompetisi

 

Sebagai Negara Agraris Indonesia memerlukan cukup air untuk sistim pengairan di lahan pertanian . salah satu sektor pertanian yang berkembang salah satunya dikabupaten Tuban. Sistim pengairan yang diterapkan di kabupaten Tuban menggunakan air tanah yang di pompa ke permukaan tanah. Cara memompa air tanah ke permukaan tanah dengan memanfaatkan pompa air yang dipergerakan oleh mesin diesel. Penggunaan mesin diesel ni menyebabkan modal penanaman semakin besar dan gas buangan hasil mesin diesel tidaklah ramah lingkungan,oleh karena itu diciptakanlah sebuah pembangkit dengan inovasi energi terbarukan yaitu Helios Concentrator untuk pompa irigasi pertanian di Kabupaten Tuban. Tujuan utama dari Helios concentrator ini adalah untuk mengurangi penggunaan emisi mesin diesel dengan membuat sumber energi terbarukan pada mesin diesel, sehingga gas buangan pada mesin diesel konvensional dapat dikurangi. selanjutnya yaitu untuk meningkatkan hasil produksi pertanian di Kabupaten Tuban dengan mengurangi nilai modal tanam akibat penggunaan solar pada mesin diesel.

Cara kerja dari Helios Concentrator terbagi menjadi dua sistem utama, yaitu pada sistem pemusatan energi, terdiri dari solar konsentrator dan solar traker. Solar konsentrator akan memantulkan cahaya ke satu tiitk fokus yang bernama focal point. Pada focal point memiliki suhu yang tinggi karena seluruh energi panas matahari dipusatkan pada satu titik fokus. Solar traker berfungsi untuk menggerakan poros dari solar konsentrator dan panel surya untuk mengikuti arah gerak matahari serta untuk meningkatkan efisiensi pantulan sinar matahari ke solar konsetrator dan panel surya. selanjutnya oada sistem konversi energi matahari terdiri dari panel surya, thermoelectric dan liquid cooling. Panel surya berfungsi mengubah energi cahaya menjadi energi listrik dengan memanfaatkan efek photovoltaic, Energi yang dihasilkan disimpan pada baterai accu 12 V untuk mensuplai daya motorik pompa dan kipas. Thermoelectric menyerap panas pada focal point. Dengan prinsip seekback dengan perbedaan panas dari thermoelectric dan liquid cooling maka thermoelectric akan menghasilkan arus dan tegangan. berdasarkan dari hasil uji alat dan survei persentase keutungan yang didapat dari penggunaan energi terbarukan sebesar 86, 52 %.


Jejak Prestasi

Juara 1 LKTIN Energi Baru Terbarukan – Gresik
Juara 1 LKTIN PENS – Surabaya
Juara 2 LKTIN & National Education 2015 Permaseta Universitas Brawijaya – Malang


Pemilik Karya

Rifki Dwisetyo | 2213100089

Bagus Kurniawan | 2213100014

Rizkaurum Nur F.  | 2213100042

Fahad Al Hazmi | 2213100095

Muhammad Ali Fikri | 2214100702

Contact: –


  • 0

Genteng Lecker: Material Keramik berbahan dasar Lumpur Lapindo sebagai pelindung atap rumah dari hujan maupun badai

Genteng lecker adalah bahan material genteng keramik berbahan dasar dari lumpur lapindo sebagai solusi perlindungan atap rumah dari hujan maupun badai. Genteng ini memanfaatkan lumpur lapindo sebagai bahan dasar agar dapat menjaga daya rembes sehingga bisa tahan lama karena pori-pori dari genteng ini kecil. serta membantu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar terdampak.


Jejak Prestasi

Semifinalis BPC


Pemilik Karya

Bahrul Anam | 2313030087

Contact: O83857985521 : bahrulanam37@gmail.com


  • 0

Smart Switch

Category : Kompetisi

Inovasi Software Terintegrasi untuk mengatur pencahayaan pada lampu dengan menggunakan sensor cahaya dan pengaktifan pencahayaan lampu dengan menggunakan kontrol jarak jauh.


Jejak Prestasi

Juara 2 OSN Pertamina 2014 Kategori Peragkat Lunak
Juara 2 Pertamina Cilacap 2014


Pemilik Karya

Ahmad Febri Firmansah| 2213100150

 

Contact | 081327935919 & firmansah.febri@yahoo.co.id


  • 0

Inovasi Teknologi Pemurnian Garam Menghasilkan High Sodium Chloride melalui Metode Rekistralisasi dengan Penambahan Koagulan Poly Aluminium Chloride sehingga Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Pesisir

Category : Kompetisi

Pemurnian garam dengan bahan baku garam krosok menjadi high sodium chloride. Metode yang digunakan, yaitu rekistralisasi dengan cara mengendapkannya dengan koagulan Poly Aluminium Chloride. Diharapkan garam yang dihasilkan memenuhi SNI garam industri.


Jejak Prestasi

Call for Paper Oceanovolution 2016


Pemilik Karya

Zandika Alfi P | 2313030035

Hanandyta F | 2314030043

Oktavia Safitri | 314030027

Contact | 082234875018 & hanandytafaradiella@gmail.com


  • 0

PABRON Education Games

Category : Kompetisi

PABRON merupakan tim yang terdiri dari multidisiplin yang dikoordinir oleh mahasiswa PWK. Konsep ide yang dimiliki yaitu membuat sebuah game edukatif mengenai sejarah bangsa Indonesia yang berbasis teknologi dan dikombinasikan dengan android.


Jejak Prestasi

PKM 2015 Didanai

Juara 3 INAICTA Education Games


Pemilik Karya

Elok Wuri Safitri | 3613100061

Contact: 08993307062 : fifteen15el@gmail.com


  • 0

Power Optima Simulator

Category : Kompetisi

POWER OPTIMA SIMULATOR, merupakan salah satu mahakarya dari Laboratorium Simulasi Sistem Tenaga Listrik Teknik Elektro ITS. Software ini berfungsi sebagai simulator yang mampu melakukan proses optimasi pada operasi sistem tenaga listrik. Proses optimasi tersebut mengintegrasikan tiga metode optimasi dalam operasi sistem tenaga listrik, yaitu metode penjadwalan pembangkit (Unit Commitment), pengaturan daya keluaran tiap unit pembangkit (Economic Dispatch) dan pengoptimalan aliran daya (Optimal Power Flow). Power Optima Simulator mampu menjadwalkan kapan sebuah pembangkit tenaga listrik harus dioperasikan, dapat mengatur berapa besar daya yang dibutuhkan di tiap jaringan listrik, software ini juga dapat mendeteksi dan mendistribusikan daya di tiap jaringan daerah yang kekurangan daya.


Jejak Prestasi

Juara 1 pada kompetisi Olimpiade Sains Nasional (OSN) PERTAMINA Kategori Science Project “Double Kill”

Emas Presentasi dan Emas Poster PKM-KC pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 27

Merit Award pada ajang Indonesia ICT Award (INAICTA) 2014

nominator pada ajang Asia Pacific ICT Alliance (APICTA) Award 2014


Pemilik Karya

Ahmad Febri Firmansah | 2213100150

Contact: 081327935919 : firmansah.febri@yahoo.co.id


  • 0

STEGS (Stirling Engine Generator System)

Sistem pembangkit listrik alternatif yang mandiri dengan penggerak utama berupa mesin stirling yang dapat memanfaatkan berbagai sumber panas atau bahan bakar. Pada generasi kedua dibberi nama STICKS (Stirling Engine With Tracking System) dimana memanfaatkan energi panas matahari  dan memadukan antara stirlling engine dan tracking system dan dapat menghasilkan tegangan 12 DC dn 220 VAC sehingga dapat memenuhi kebutuhan dasar listrik.


Jejak Prestasti

PKM 27 (Didanai)

Juara 1 National ELectric Festival oleh UI

Juara 2 National Competition 2016 oleh PPNS


Pemilik Karya

Vebby Arga Pradana | 2414105045

Contact: 085731268882: vebby.arga@gmail.com


  • 0

Integrated Photo Thermal Solar Energy Harvester: Inovasi Pembangkit Listrik Hybrid Tenaga Surya Sebagai Solusi Alternatif Penyediaan Listrik Rumah Tangga Di Kabupaten Sumenep

Category : Kompetisi

Berbagai macam bentuk aktivitas di masyarakat dan sektor industri nasional, sangat bergantung pada ketersediaan energi listrik. Permintaan terhadap energi listrik pun semakin hari semakin meningkat. Rasio elektrifikasi Indonesia
per September 2013 sebesar 80.1 %, masih terdapat 19.9 % masyarakat Indonesia yang belum mendapatkan suplai listrik. Untuk rumah tangga, terdapat 12.5 juta kepala keluarga yang belum mendapatkan listrik. Sebesar 20 % keluarga yang belum mendapatkan listrik tersebut, tersebar merata diseluruh Indonesia, salah satunya yaitu di Pulau Madura (Jarman, Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, 2013). Kepala Keluarga (KK) yang terdata di Pulau Madura berjumlah 219.439 KK. Namun, sekitar 129.522 KK belum dapat merasakan manfaat listrik
negara dikarenakan rasio elektrifikasinya hanya berada pada kisaran 59,02% dan merupakan tingkat terendah di Propinsi Jawa Timur (sumenep.go.id, 2014). Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, dalam sumenep.go.id (2014), rasio elektrifikasi daerah Kabupaten Sumenep adalah 48,67%. Rendahnya rasio elektrifikasi di Pulau Madura khususnya Kabupaten Sumenep adalah akibat kecilnya jumlah KK di satu desa, sedangkan jarak antar desa cukup jauh. Perusahaan Listrik Negara (PLN) hanya menyalurkan listrik
apabila terdapat pelanggan baru sejumlah 2200VA untuk setiap tiang distribusinya karena alasan teknis dan perhitungan biaya investasi. Jumlah pembangkit di Pulau Madura masih tergolong sedikit kapasitasnya, sehingga kebutuhan listrik masih harus ditopang oleh pembangkit di Pulau Jawa. Untuk rasio elektrifikasi di Pulau
Jawa sendiri masih belum mencapai 100% (www.jpnn.com, 2013). Pemerintah Kota Sumenep sudah merencanakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan sistem terpusatkan pada tahun 2014.

Permasalahannya, letak rumah dan desa yang saling berjauhan membuat rencana pembangunan PLTS ini belum dapat menjangkau seluruh kebutuhan kelistrikan pada desa terpencil ataupun yang memiliki kepadatan penduduk sangat rendah. Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) juga belum menjadi solusi yang tepat untuk menjawab kebutuhan kelistrikan wilayah Sumenep. Selain konsumsi bahan bakar minyak yang semakin mahal, dan jangkauannya yang kecil jenis pembangkit ini juga menghasilkan gas buang yang membahayakan lingkungan. Disisi lain, Indonesia merupakan negara beriklim tropis yang memiliki intensitas sinar matahari hampir 10 jam perhari sepanjang tahun termasuk di Kabupaten Sumenep. Menurut data dari World Solar Insolation Values (2014), Indonesia mempunyai intensitas energi matahari sebesar 4.0-4.9 kWh/m2. Hal ini sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai sumber energi listrik alternatif. Oleh karena itu, Integrated Photo Thermal Solar Energy Harvester (IPTSEH) yang merupakan inovasi pembangkit listrik tenaga surya mampu memberikan sebuah solusi alternatif untuk memenuhi kebutuhan listrik khususnya di daerah yang sulit dijangkau listrik pemerintah seperti di Sumenep.
IPTSEH, pembangkit listrik dengan cara mengkonversikan dua energi yang dihasilkan oleh matahari yaitu energi foton dan energi termal. IPTSEH dirancang sebagai pembangkit listrik mandiri pada masing-masing rumah. Selain bersifat stand alone, kelebihan dari alat ini juga tidak memerlukan biaya operasional, dan ramah lingkungan karena alat ini hanya memanfaatkan energi matahari sebagai sumbernya. Alat ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga skala menengah ke bawah secara mandiri.


Jejak Prestasi

Juara 1 LCEN ITS 2015
Juara 1 Writing Competition Beswan Djarum 2015
Juara 1 LKTI Forum Kajian Islam dan Sains Teknologi 2014
Juara 3 LKTI Nasional Physics Competition 2015
Juara 1 Lkti Untad 2015
YRA ICSER 2015
Juara 2 LKTI AEE FTP 2015


Pemilik Karya

Moh. Malik Afandi | 2212100092

Contact: 085739098651 : Afandi.malik@gmail.com